HAKEKAT QURBAN

Dibaca : 255 kaliPosting : Minggu - 01 April 2012 >> 22:27:52

Untitled Document

HAKEKAT QURBAN

Mungkin agak terlambat karena Idul Qurban telah sekian minggu lewat, tapi bukankah senantiasa ada hal yang tetap melekat dari sebuah tulisan yang baik ?.

Sudahkah kita berkurban?
Bismillah ar-Rahman, ar-Rahim, semoga hamba bisa meminjam dua asma-Mu ya Rabb, semoga ini menjadi tulisan pengantar renungan kita semua. Better late than never…Iedul Qurban, bersumber dari dua kata dalam bahasa Arab, “Ied” dari kata ‘aada - ya’uudu, artinya “kembali”. “Qurban”, dari kata qaraba-yaqrabu, “mendekat”… Iedul qurban kemudian dimaknai oleh nalar saya sebagai sebuah hari di mana setiap kita belajar untuk kembali merenungi hal apa yang dapat membuat kita dapat mendekati Dia Sang Maha Lembut.

Banyak cara setiap hamba mendekati Allah, maka salah satu cara itu dengan mengorbankan sebagian hartanya yang ditukarnya dengan daging kambing atau sapi, dengan harapan Allah menarik mereka, menerima qurban mereka sebagaimana Allah menerima qurbannya Habil sang putra Adam. Tentu yang kita kurbankan adalah harta yang memang terasa berat untuk dilepas, bukan harta yang kita keluarkan dengan ringan hati disebabkan masih sangat banyaknya sisa harta yang kita miliki. Artinya kita yang bergaji 45 juta per bulan, dengan mengeluarkan dana 1 juta untuk kambing bisa jadi belum disebut berkurban karena tidak ada rasa pengorbanan yang membuat dia sulit mengeluarkannya. Bisa kita bayangkan bagaimana seorang Ibrahim bisa mengeluarkan ratusan unta untuk daging kurbannya.

Tentu logika pemikiran kita perlu diajak untuk memaknai, mengapa akhirnya kita maklumi banyak sekali umat Islam, para saudara kita yang setiap tahun berhasil mengeluarkan sebagian dananya untuk berkurban, namun hal apa yang berhasil mereka peroleh dari penyisihan sebagian uangnya itu selain hal tersebut lewat begitu saja dengan tidak membawa perubahan sedikit pun ke dalam diri mereka, yang menunjukkan bahwa makna iedul kurban belum berhasil mereka peroleh…, ketika kedekatan dengan Allah tidak bertambah, jiwa tidak semakin halus, jasad tidak semakin beramal baik, alih-alih lewat ied itu mereka dapat menemukan amal shalih mereka.

Mungkin, (terlintas dalam benak saya) karena kita belum berhasil menemukan makna Iedul Adha, sebagai nama lain dari iedul qurban itu sendiri… “adha” memiliki makna penyembelihan, ada yang kita sembelih di setiap perayaan Iedul Adha setiap tahun.

Ketika kita belum memilki kemampuan untuk menyisihkan sebagian dana yang kita miliki dalam rangka belajar berkurban, mengorbankan harta kita, untuk menyembelih hewan kurban, kita sebenarnya telah Allah beri kemampuan melakukan penyembelihan lain, menyembelih dominasi aspek hawa nafsu dan syahwat kita, sudah waktunya sekarang, pada saat kita memasuki pergantian tahun baru ini, pergantian perilaku yang baru ini, mari kita sama-sama belajar (terutama nasihat buat saya pribadi) belajar untuk menyembelih dominasi aspek kedengkian, aspek ketakaburan, aspek buruk sangka, aspek keinginan pengakuan bahwa diri ini berharga di mata orang lain, dan segala aspek lainnya.

Ah, tidak mudah memang menyembelih semua dominasi syahwat hawa nafsu ini, untuk belajar menghargai waktu juga bukan hal yang sederhana, untuk belajar memaafkan orang lain pun juga bukan hal remeh, apalagi kita mencoba berjuang menemukan amal-amal shalih kita.

Tapi yang membuat saya pribadi senantiasa memiliki harapan kuat, karena Allah rasanya tidak pernah merasa bosan menerima dan menerima terus setiap penyesalan kita, setiap kesadaran diri yang lemah kita, setiap pengakuan dosa kita. Semoga pengakuan ini menjadi tanda bahwa kita memang butuh dan selalu membutuhkan Dia Sang Maha Pengayom dan Pembuka Jalan.

Semoga kita berhasil merayakan iedul qurban atau iedul adha kita dengan bersama2 membangun kesadaran diri. Ya Allah, semoga pengorbanan hamba demi taqarrub kepada-Mu Engkau terima, semoga Engkau beri pula hamba kekuatan untuk dapat menyembelih setiap dominasi hawa nafsu dan syahwat yang senantiasa menenggelamkan hamba. Duh Gusti… ampuni hamba.

Kata-kata Mutiara


Beberapa Kesaksian

Drs. Kristiyanto (64 tahun, ulama), Pilahan RT 43/RW 13, Kotagede, Yogyakarta

Bulan Mei 2011 mendatang, akan ada 15 tamu wanita dari Jepang untuk bertemu Gus Muhammad Basis—GMB—Guru Besar BN. Orang-orang Jepang tersebut “penasaran” ingin lihat makhluk halus dan “saudara kembar”. GMB akan “praktekkan” ilmu itu di depan orang-orang Jepang tersebut, di Parangkusumo. Saya siap mendukung, dan mohon doa-restu dari alumni-alumni BN lain.

Musa Bin Othman (58 tahun, spiritualis Malaysia), Jl. Intan Zahrah, 23000 Dungun, Trengganu, Malaysia

Terima kasih GMB, jangan bosan-bosan Bapak membantu saya menangani pasien-pasien saya di Malaysia.

Drs. H. Soewardi, MBA (70 tahun, mantan Kakanwil Depnakertrans Prop. DIY), Jl. Wates, Perum Sidorejo, Jl. Wates Kasihan, Bantul, DIY

Meskipun saya jauh lebih sepuh dari GMB, namun GMB adalah guru / sahabat / pembimbing saya yang benar-benar kuasai ilmu-ilmunya dengan detail, rinci dan lengkap, dari sisi penguasaan syariat / hakekat / makrifat-nya.

R. Mukhtar, SH, S. Sos, M. Hum (59 tahun, pengacara nasional), asal Palembang tinggal di Jl. Ngadimuyo 158 Pakuncen Yogyakarta

BN merupakan aset nasional yang benar-benar profesional dan luar biasa !. Jayalah selalu BN…!

dr. Ahmad Badawani (58 tahun, dokter, PNS), Jl. Koperasi No.143 B, Ampenan, Mataram, NTB

9 tahun lalu saya ”berguru” ke GMB. Sampai sekarangpun saya terus ”berguru” ke Beliau.

. Faisol (53 tahun, dokter, PNS), Argo Puro 88 Tulungagung

BN dan GMB merupakan ”mutiara” amat berharga di Yogyakarta, di Indonesia dan di dunia.

Drs. Masrani Busyro (65 tahun, dosen), Jl. Airlangga No.23 RT 18 Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin

Saya ”menimba ilmu” di GMB / BN bukan untuk semata-mata agar ”sakti”, melainkan agar ”selamat” di dunia-akhirat.

Suparjo, SH, S.Pd, MM (60 tahun, dosen/kepala SMA), Jl. Letjen. Panjaitan, RT 02/RW 04 Jururejo, Ngawi, Jatim

BN dan GMB, teruslah untuk sebarkan ilmu-ilmunya untuk rahmatan lil 'alamin.

Kontak

Padepokan Bhakti Nusantara
Jalan Rejowinangun No. 15
(Gedung Lantai 3 : 200 Meter Barat Perempatan Rejowinangun)

Telepon : 0838 4040 7500
Email : olah_rasa@yahoo.com

Agenda Terbaru BN

Statistik

ShoutBox

Alternative content

Get Adobe Flash player

Contoh Keilmuan dan Mahar